Blognya Mba@hmo

Space … the final frontier …

Kode Etik eHealth (Bag. 1)

Ditulis oleh A.D Setiawan di/pada Mei 16, 2008

eHealth Code of Ethics, itu adalah judul paper yang baru saja saya baca dari proceedings BME Days 2006. Paper ini ditulis oleh Prof. Fr. Lily I. Rilantono, dr., Sp.A, Sp.JP(K) dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Beberapa waktu ini memang topik eHealth banyak dibicarakan orang, seiring dengan kemajuan infrastruktur internet dunia dan Indonesia. Bahkan Bill Gates dalam presentasinya kemarin di Jakarta juga menyebutkan urusan kesehatan di dalam visinya dan Microsoft tentunya. Bahkan di dalam sebuah seminar yang diadakan minggu depan ada seseorang dari Microsoft yang akan mempresentasikan materi tentang eHealth. Sudah ah jangan membicarakan Microsoft terus, nanti ge .. er … mereka :D

Di dalam paper tersebut saya membaca bahwa kita perlu memperhatikan tentang definisi, komponen dan kerangka kerja aktivitas dari eHealth ini dalam membicarakan atau memformulasikan tentang kode etik eHealth ini. Mengapa kode etik eHealth ini perlu didiskusikan, sebab kita harus memastikan agar seluruh masyarakat menyadari potensi pemanfaatan internet untuk mengelola aspek-aspek kesehatan mereka.

Definisi

Sebuah tinjauan secara sistematik telah dilakukan pada tahun 2004 dengan mencermati 358 buah definisi eHealth sebanyak yang telah dipublikasikan. Menurut tinjauan ini eHealth berkaitan dengan aktivitas berikut: managing, educating, arranging, connecting, obtaining, providing, redefining, assisting, accesing, dan supporting. Sebagian besar dari definisi-definisi tersebut menitikberatkan pada proses dari perawatan (care), dan seperempatnya lagi lebih memfokuskan kekeluaran seperti yang diinginkan. Terdapat tiga kelompok definisi eHealth (dicuplik dari alinya), yaitu:

  1. definisi pertama menyebutkan tentang improving and increasing the costeffectiveness of health care and making process more efficient. Defini ini lebih menitikberatkan pada biaya perawatan kesehatan yang cost-effective dengan membuat seluruh proses bekerja secara efisien.
  2. definisi kedua menyarankan bahwa eHealth could solve problem related to access to care, cost, quality, and portability of health care services. Definisi kedua ini memfokuskan ke penyelesaian masalah yang berhubungan dengan akses ke perawatan (terutama masyarakat kelas bawah), biaya (berisisan dengan definisi pertama), kualitas, dan ini yang menarik, yaitu portabilitas sebuah perawatan kesehatan (mungkin dengan klinik/rumah sakit bergerak?). Kalau tidak salah Amerika punya ya, sewaktu tsunami di Aceh mereka mendatangkan kapal rumah sakit dengan peralatan yang lengkap. Wah rumah sakitnya bisa dibawa kemana-mana jadinya.
  3. definisi ketiga menyarankan bahwa distance and place no longer remain barrier, as eHealth is “to provide and support health care wherever the participants are located“. Definisi ketiga ini lebih menitikberatkan ke portabilitas juga dan kemungkinan ke telemedicine. Saya jadi ingat dengan film tentang suster/perawat yang naik kapal ke desa-desa terpencil di Metro TV. Yah mungkin beririsan banyak juga dengan definisi kedua, tapi dugaan saya arahnya adalah telemedicine.

Nah, dua hal telah kita bahas, yaitu definisi dari eHealth dan serangkaian (kerangka kerja) aktivitas terkait dengan eHealth. Berikut ini adalah komponen dari eHealth menurut paper tersebut, yaitu:

  1. Infomasi kesehatan, meliputi informasi untuk staying well (ada hubungannya dengan rawat inap? I will figure it out), pencegahan dan pengelolaan penyakit (wah jadi ingat NAMRU-2: U.S Naval Medical research Unit No. 2 di jakarta), dan pembuatan keputusan lain yang berhubungan dengan kesehatan dan perawatan kesehatan. Lebih lanjut: (a) meliputi informasi untuk pembuatan keputusan tentang produk kesehatan dan layanan kesehatan (b) datanya dapat berupa teks, audio, dan video (tentu juga gambar) (c) mungkin melibatkan enhancement melalui pemrograman atau interaksi
  2. Produk kesehatan, meliputi obat, perangkat medis, dan berbagai materi yang digunakan untuk diagnosis dan tindakan sakit atau cedera atau memelihara kesehatan. Semuanya tadi ada yang harus melalui perijinan dari POM ada juga yang tidak.
  3. Layanan kesehatan, meliputi perawatan medis personal, pengelolaan rekam medis, komunikasi antara penyedia layanan kesehatan dan/atau pasien dan rencana kesehatan atau asuransi, atau fasilitas perawatan kesehatan berkaitan dengan keputusan tindakan medis, klaim, tagihan terhadap layanan, dsb. dan layanan lain yang disediakan untuk mendukung perawatan kesehatan. Layanan kesehatan juga meliputi berbagai metoda untuk mempertukarkan informasi kesehatan.

Berlanjut …… (semoga besok bisa diselesaikan :D ), materi pembahasannya adalah tentang kerangka kerja (framework), stakeholder, guiding principles.

9 Tanggapan ke “Kode Etik eHealth (Bag. 1)”

  1. sonhaji berkata

    wah lumayan, saya jadi agak paham masalah e-Health. Matur Nuwun Pak atas tulisannya, ditunggu juga lanjutannya. Nanti saya tulis ulang dengan bahasa yang lebih sederhana untuk komunitas teman-teman PNS di Pemkot Surabaya ya Pak, khususnya di Dinas Kesehatan

    Salam kenal ya Pak

  2. sastroasmoro berkata

    Menarik sekali…eHealth, ya pada akhirnya kita tidak akan bisa menghindari untuk ikut terjun kedalamnya. Saya tertarik dengan CV anda yang kelihatannya banyak mengkhususkan dibidang medical record? Saya tunggu lanjutannya :)

  3. A.D Setiawan berkata

    Terima kasih Pak Agus. Nanti saya update lanjutannya berikut dengan hasil seminar di Jakarta (deklarasi eHealth Indonesia) minggu depan. Saya kemungkinan tidak hadir tapi saya nanti minta cerita dosen saya yang kebetulan jadi pembicara di sana. Salam buat teman2 di Surabaya

  4. A.D Setiawan berkata

    Terima kasih buat Pak Erik Prabowo (sastroasmoro) tidak lama lagi akan saya lanjutkan postingannya. Oh ya saya bisa belajar juga nih tentang adsense dari Pak Erik :D

  5. Erik Prabowo berkata

    Hai lagi pak Setiawan terimakasih sudah berkunjung ke web saya, sabtu kemarin saya ikut seminar mengenai undang2 kedokteran yang baru salah satunya mengenai medical record pasien. Kalau tidak salah bapak juga paham masalah ini ya? yg dimiliki rumah sakit sekarang kan kebanyakan dalam bentuk tulisan tangan jika lebih 10 tahun biasanya sudah dimusnahkan. Kelihatannya nantinya MR akan mengarah pada elektronik ya? Kelihatannya peranan anda akan sangat dibutuhkan nantinya..

    Sukses

  6. A.D Setiawan berkata

    Pa Erik: Yah memang salah satu kendala yang kita miliki adalah kesehatan tidak benar2 berpihak pada masyarakat. Saya tidak ingin menyalahkan siapa2 di sini. Tapi kenyataannya kita tidak punya rekam medis yang longitudinal (mencatat riwayat kesehatan dari lahir hingga meninggal) baik dalam bentuk teks, time-based data (contoh: ECG) dan gambar (X-ray, MRI, PET, dll). Kebetulan lab. kami punya angan2 untuk berkontribusi dalam pengembangan rekam kesehatan (rekam medis) elektronik. Saya rasa kita semua harus berperan. Kalau kami saja tidak kuat Pak :D

    Dengar-dengan depkes punya rencana pada tahun 2010 seluruh puskesmas dan rumah sakit di Indonesia ke depkes pusat. Paling tidak ternyata pemerintah kita sudah punya blue print pengembangan eHealth nasional. Semoga pelaksanaannya berjalan dengan baik

  7. aisonhaji berkata

    Pak, berkunjung lagi karena lanjutan postingan Bapak tentang e-Health belum muncul (menunggu harap – harap cemas nih). Pak, ini bukan pesimis lho ya !!! tapi kalau rencana depkes itu ditunggu kok rasanya akan sangat lama dan ndak akan kunjung muncul. Apa ndak sebaiknya kita mengembangkan prototype-nya e-Health di Surabaya ? nanti bisa tahu kurang lebihnya kayak apa dan yang cocok di Indonesia itu seperti bagaimana. Nantinya bisa menjadi best practice untuk pengembangan ke daerah lain. Saya berpikir gini karena pengembangan eProcurement dengan tertatih – tatih dan try and error juga dumulai dari daerah dulu (Surabaya yang pertama sejak tahun 2004). Mungkin kalau dari pusat agak sulit karena saking luasnya wilayah sehingga ruwet manage-nya.
    Tentunya keahlian Bapak ditunggu di Surabaya.
    Salam

  8. dani berkata

    saya jg nunggu lanjutannya pak ya
    pasti menarik
    saya bisa belajar banyak disini
    salam

  9. A.D Setiawan berkata

    Pak Agus: maaf pak terlambat. Sudah saya posting bagian keduanya. Silakan ditengok pak :D . Diskusi tentang implementasi eHealth yang cocok di Indonesia dan Surabaya kita diskusikan diposting selanjutnya. Terima kasih

    Pak Dani: sudah saya posting pak, saya tunggu komentarnya. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>