<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Blognya Mba@hmo</title>
	<atom:link href="http://darmasetiawan.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://darmasetiawan.wordpress.com</link>
	<description>Space ... the final frontier ...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Jul 2009 08:56:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Kode Etik eHealth (Bag. 2) oleh ES_Team</title>
		<link>http://darmasetiawan.wordpress.com/2008/05/26/kode-etik-ehealth-bag-2/#comment-86</link>
		<dc:creator>ES_Team</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 08:56:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darmasetiawan.wordpress.com/?p=40#comment-86</guid>
		<description>Mas,saya masih awam tentang eHealth. Btw,implementasi ehealth diluar negeri gimana ya?nuhun.Ada referensi lengkapnya tidak?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas,saya masih awam tentang eHealth. Btw,implementasi ehealth diluar negeri gimana ya?nuhun.Ada referensi lengkapnya tidak?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Kompresi Citra Medik oleh apip</title>
		<link>http://darmasetiawan.wordpress.com/2008/06/11/kompresi-citra-medik/#comment-80</link>
		<dc:creator>apip</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 10:57:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darmasetiawan.wordpress.com/?p=44#comment-80</guid>
		<description>ni ada situs yang cocok buat radiology...saya sering banget berkunjung...materinya kok menarik ya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ni ada situs yang cocok buat radiology&#8230;saya sering banget berkunjung&#8230;materinya kok menarik ya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di My CV oleh A.D Setiawan</title>
		<link>http://darmasetiawan.wordpress.com/my-cv/#comment-71</link>
		<dc:creator>A.D Setiawan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 05:08:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darmasetiawan.wordpress.com/?page_id=32#comment-71</guid>
		<description>@OmpuNdaru

Salam kenal juga, semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@OmpuNdaru</p>
<p>Salam kenal juga, semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di My CV oleh OmpuNdaru</title>
		<link>http://darmasetiawan.wordpress.com/my-cv/#comment-70</link>
		<dc:creator>OmpuNdaru</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 15:08:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darmasetiawan.wordpress.com/?page_id=32#comment-70</guid>
		<description>Salam kenal..
Mampir dan liat-liat di blog yang penuh dengan ilmu pengetahuan ini..
Numpang ninggalin jejak mas..

Salam,
OmpuNdaru</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal..<br />
Mampir dan liat-liat di blog yang penuh dengan ilmu pengetahuan ini..<br />
Numpang ninggalin jejak mas..</p>
<p>Salam,<br />
OmpuNdaru</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Google Meluncurkan Web Browser oleh A.D Setiawan</title>
		<link>http://darmasetiawan.wordpress.com/2008/09/03/google-mengembangkan-web-browser/#comment-69</link>
		<dc:creator>A.D Setiawan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 10:31:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darmasetiawan.wordpress.com/?p=80#comment-69</guid>
		<description>iya Yud, fitur in cognito nya keren abis, dan yg paling kusukai adalah luasan tampilan yang besar. Sekarang ini aku dah pakai yang release version 1.0.154.43. Belum update lagi ... Aku berharap ada pengembangan add on seperti di firefox.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>iya Yud, fitur in cognito nya keren abis, dan yg paling kusukai adalah luasan tampilan yang besar. Sekarang ini aku dah pakai yang release version 1.0.154.43. Belum update lagi &#8230; Aku berharap ada pengembangan add on seperti di firefox.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Apakah Kompresi Citra Medik Diperlukan? oleh A.D Setiawan</title>
		<link>http://darmasetiawan.wordpress.com/2008/09/02/apakah-kompresi-citra-medik-diperlukan/#comment-68</link>
		<dc:creator>A.D Setiawan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 10:26:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darmasetiawan.wordpress.com/?p=69#comment-68</guid>
		<description>Maaf ya baru merespon, kebetulan banyak kerjaan di lab.

@ Arief
Memang berbagai kompresi yang Anda sebutkan (entropy dan arithmatic coding) dapat memampatkan citra, tapi rasio kompresi yang dihasilkan hanya berada dalam kisaran maksimum 4 kalinya (maksudnya 4 x lebih kecil). Sedangkan algoritma kompresi JPEG, JPEG2000, SPHIT, VQ, dll menginginkan rasio kompresi yang lebih besar (belasan hingga puluhan kali) dengan cara mengeksploitasi redundansi dan irelevansi. Saya setuju bahwa bandwidth memang selalu ada batasnya, dan yg lebih penting lagi: orang selalu menginginkan kualitas yang lebih baik, seperti citra yg berkualitas lebih baik, video dengan fps yg lebih besar, dll. Akhirnya kompresi memang akan selalu dibutuhkan. Saya setuju dengan Anda :D

@Yudhi
Halo apa kabar Yud, seperti biasa ulasan Yudhi selalu komprehensif. Salut deh ... Ya aku setuju sekali dengan komentarmu. Citra medik merupakan contoh kekhususan yang dirimu sebut di atas. Citra medis dibatasi oleh aspek legal; artinya informasi medik tidak boleh berubah, sebab hal ini memperngaruhi proses diagnosis dan terlebih lagi nyawa seseorang. Kebetulan penelitianku sekarang adalah mengembangkan algoritma kompresi untuk citra medik (dan tentu bisa juga untuk citra lain) dengan rasio kompresi yg tinggi, tetapi citra rekonstruksinya tetap memegang informasi2 medik seperti citra aslinya. Disertasiku bahkan mungkin dibilang rada2 ekstrim, karena mencoba melampaui batas entropy Shanon/Nyquist. Algoritma yg sudah kukembangkan adalah mengimplementasikan skema scalable, yg memungkinkan perbaikan kualitas citra di daerah yang diinginkan (sudah aku posting di postingan sebelumnya).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf ya baru merespon, kebetulan banyak kerjaan di lab.</p>
<p>@ Arief<br />
Memang berbagai kompresi yang Anda sebutkan (entropy dan arithmatic coding) dapat memampatkan citra, tapi rasio kompresi yang dihasilkan hanya berada dalam kisaran maksimum 4 kalinya (maksudnya 4 x lebih kecil). Sedangkan algoritma kompresi JPEG, JPEG2000, SPHIT, VQ, dll menginginkan rasio kompresi yang lebih besar (belasan hingga puluhan kali) dengan cara mengeksploitasi redundansi dan irelevansi. Saya setuju bahwa bandwidth memang selalu ada batasnya, dan yg lebih penting lagi: orang selalu menginginkan kualitas yang lebih baik, seperti citra yg berkualitas lebih baik, video dengan fps yg lebih besar, dll. Akhirnya kompresi memang akan selalu dibutuhkan. Saya setuju dengan Anda <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@Yudhi<br />
Halo apa kabar Yud, seperti biasa ulasan Yudhi selalu komprehensif. Salut deh &#8230; Ya aku setuju sekali dengan komentarmu. Citra medik merupakan contoh kekhususan yang dirimu sebut di atas. Citra medis dibatasi oleh aspek legal; artinya informasi medik tidak boleh berubah, sebab hal ini memperngaruhi proses diagnosis dan terlebih lagi nyawa seseorang. Kebetulan penelitianku sekarang adalah mengembangkan algoritma kompresi untuk citra medik (dan tentu bisa juga untuk citra lain) dengan rasio kompresi yg tinggi, tetapi citra rekonstruksinya tetap memegang informasi2 medik seperti citra aslinya. Disertasiku bahkan mungkin dibilang rada2 ekstrim, karena mencoba melampaui batas entropy Shanon/Nyquist. Algoritma yg sudah kukembangkan adalah mengimplementasikan skema scalable, yg memungkinkan perbaikan kualitas citra di daerah yang diinginkan (sudah aku posting di postingan sebelumnya).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Apakah Kompresi Citra Medik Diperlukan? oleh Yudhi</title>
		<link>http://darmasetiawan.wordpress.com/2008/09/02/apakah-kompresi-citra-medik-diperlukan/#comment-67</link>
		<dc:creator>Yudhi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 08:32:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darmasetiawan.wordpress.com/?p=69#comment-67</guid>
		<description>Ada kalanya.. kita mengingat, bahwa sebagian besar kaidah di IT (Information Technology) masih bersifat heuristik dan tidak memiliki pondasi teori yang kuat. Bukan berarti kaidah-kaidah itu salah, tetapi bahwa ternyata kaidah itu memiliki kondisi berlaku khusus yang biasanya tidak (belum) disebutkan. Semua kaidah IT sebenarnya bersifat kondisional, namun orang jarang mengattach kondisi secara lengkap ke masing2 kaidah. Mengapa aplikasi sebaiknya dibuat di atas platform Web standar (HTML/JavaScript)? Mengapa aplikasi lain ditulis dalam Java? Mengapa ada aplikasi yang idealnya ditulis dalam C++ ? Kapan kita gunakan client-server? Kapan kita gunakan three-tier? Kapan kita melakukan kompresi gambar? Kapan kita malah buat aplikasi seperti Mobile Google Maps untuk melihat gambar (umum) di server? Kapan kita malah buat device khusus dari nol untuk kepentingan ini..
Tapi kayaknya, sebagian besar gambar di web bukan berwujud BMP. Kesimpulan saya ialah bandwidth merupakan sesuatu yang perlu dihemat. Lihat dari segi ini, bandwidth X tanpa kompresi dapat melayani 1 desa rural, bandwidth X dengan kompresi dapat melayani 16 desa rural..  Misalnya Bandwidth 20X dapat melayani satu rumah sakit, tanpa kompresi, maka  tentunya kita dapat melayani 16 rumah sakit dengan kompresi?
Tapi mungkin juga, ada cara menghemat bandwidth tanpa perlu menghilangkan informasi.. Misalnya konsep Mobile Google Maps tadi .. Hanya mendownload image yang perlu dilihat, dan user dapat memindahkan field-of-viewnya mendownload bagian lain dari image tsb, atau menzoom terhadap bagian tertentu sehingga mendownload image dengan resolusi lebih tinggi dari yang sedang ditampilkan. Ato jangan2 mas Tony sudah memikirkan hal itu?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada kalanya.. kita mengingat, bahwa sebagian besar kaidah di IT (Information Technology) masih bersifat heuristik dan tidak memiliki pondasi teori yang kuat. Bukan berarti kaidah-kaidah itu salah, tetapi bahwa ternyata kaidah itu memiliki kondisi berlaku khusus yang biasanya tidak (belum) disebutkan. Semua kaidah IT sebenarnya bersifat kondisional, namun orang jarang mengattach kondisi secara lengkap ke masing2 kaidah. Mengapa aplikasi sebaiknya dibuat di atas platform Web standar (HTML/JavaScript)? Mengapa aplikasi lain ditulis dalam Java? Mengapa ada aplikasi yang idealnya ditulis dalam C++ ? Kapan kita gunakan client-server? Kapan kita gunakan three-tier? Kapan kita melakukan kompresi gambar? Kapan kita malah buat aplikasi seperti Mobile Google Maps untuk melihat gambar (umum) di server? Kapan kita malah buat device khusus dari nol untuk kepentingan ini..<br />
Tapi kayaknya, sebagian besar gambar di web bukan berwujud BMP. Kesimpulan saya ialah bandwidth merupakan sesuatu yang perlu dihemat. Lihat dari segi ini, bandwidth X tanpa kompresi dapat melayani 1 desa rural, bandwidth X dengan kompresi dapat melayani 16 desa rural..  Misalnya Bandwidth 20X dapat melayani satu rumah sakit, tanpa kompresi, maka  tentunya kita dapat melayani 16 rumah sakit dengan kompresi?<br />
Tapi mungkin juga, ada cara menghemat bandwidth tanpa perlu menghilangkan informasi.. Misalnya konsep Mobile Google Maps tadi .. Hanya mendownload image yang perlu dilihat, dan user dapat memindahkan field-of-viewnya mendownload bagian lain dari image tsb, atau menzoom terhadap bagian tertentu sehingga mendownload image dengan resolusi lebih tinggi dari yang sedang ditampilkan. Ato jangan2 mas Tony sudah memikirkan hal itu?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Bug di Mozilla Firefox 3.0 RC2? oleh Yudhi</title>
		<link>http://darmasetiawan.wordpress.com/2008/06/11/bug-di-mozilla-firefox-30-rc2/#comment-66</link>
		<dc:creator>Yudhi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 08:19:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darmasetiawan.wordpress.com/?p=41#comment-66</guid>
		<description>Wah namanya juga RC.. Release Candidate.. Itu bedanya seperti calon presiden sama presiden :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah namanya juga RC.. Release Candidate.. Itu bedanya seperti calon presiden sama presiden <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Google Meluncurkan Web Browser oleh Yudhi</title>
		<link>http://darmasetiawan.wordpress.com/2008/09/03/google-mengembangkan-web-browser/#comment-65</link>
		<dc:creator>Yudhi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 08:18:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darmasetiawan.wordpress.com/?p=80#comment-65</guid>
		<description>Mas tony.. bisa View in In cognito window :) Ideal untuk browsing hal yang tidak berhubungan dengan kerjaan menggunakan laptop dari kantor :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas tony.. bisa View in In cognito window <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Ideal untuk browsing hal yang tidak berhubungan dengan kerjaan menggunakan laptop dari kantor <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Apakah Kompresi Citra Medik Diperlukan? oleh Arief</title>
		<link>http://darmasetiawan.wordpress.com/2008/09/02/apakah-kompresi-citra-medik-diperlukan/#comment-59</link>
		<dc:creator>Arief</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 03:43:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darmasetiawan.wordpress.com/?p=69#comment-59</guid>
		<description>Mas, untuk citra medik memang harus online ya jika dikaitkan dgn telemedicine? Khan sudah ada teknologi kompresi .rar, .zip atau .7z yang mampu kompresi file jadi amat kecil. Kalau menurut saya, kompresi selalu dibutuhkan karena menghemat bandwidth dan imbasnya akan hemat cost juga ;) karena lebar kanal selalu ada batasnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas, untuk citra medik memang harus online ya jika dikaitkan dgn telemedicine? Khan sudah ada teknologi kompresi .rar, .zip atau .7z yang mampu kompresi file jadi amat kecil. Kalau menurut saya, kompresi selalu dibutuhkan karena menghemat bandwidth dan imbasnya akan hemat cost juga <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  karena lebar kanal selalu ada batasnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
