My Daily Learning

Space … the final frontier …

Resolusi dan Kompresi Citra Dijital

Posted by A.D Setiawan pada Februari 16, 2011

Saya ingin berbagi informasi yang akan saya sampaikan secara sederhana mengenai resolusi dan kompresi citra. Kedua informasi ini lepas satu sama lain, atau tidak berhubungan di dalam tulisan ini.  Resolusi dapat dinyatakan banyaknya informasi yang dikandung oleh suatu citra digital per satu satuan luas. Informasi ini dinyatakan dalam banyaknya piksel (pixel – picture element) per satu satuan luas. Satuan yang biasa dipakai adalah inch. Semakin tinggi resolusinya, semakin banyak informasi yang dikandung, semakin bagus kualitas citranya.

Contohnya kalau kita scan suatu citra menggunakan scanner, hasilnya akan lebih bagus jika kita pilih 300 dpi (dot per inch) dibandngkan dengan 75 dpi. Catatan: ppi = pixel per inch, dpi = dot per inch; ppi digunakan untuk menampilkan gambar di layar monitor, dpi untuk mencetak citra. Satuan ppi dan dpi biasanya adalah spesifikasi dari perangkat yang bersangkutan. Layar monitor yang memiliki ppi lebih besar, akan memberikan tampilan citra yang lebih halus. Printer yang memiliki dpi yang besar akan memberikan hasil cetakan yang lebih halus.

Kadang kala, jika kita mengobrol dengan teman tentang suatu citra, maka yang dinyatakan biasanya adalah ukuran dari citra tersebut. “Berapa resolusinya?”. Sering dijawab, “1024×768 piksel”. Sebenarnya yang dimaksudkan adalah 1024 x 768 piksel per satuan luas. Misalnya suatu layar 13.3 inch mampu menampilkan citra dengan resolusi 1024 x 768 akan lebih halus citra yang ditampilkannya jika dibandingkan dengan layar yang sama tetapi hanya mampu menampilkan 800 x 600 piksel saja. Ukuran luasnya biasanya sudah ada di kepala masing-masing orang ketika berbicara. Kedua orang yang berbicara tadi sudah mengeset satuan luas yang sama. Sehingga kadang cukup dengan hanya mengatakan ukuran citra. Contoh lain adalah apakah resolusi layar blackberry torch dan onyx sama? Mari kita lihat: BB onyx memiliki layar 2.44 inch dengan ukuran piksel 480 x 360 piksel. BB Torch layarnya berukuran 3.2 inch dengan ukuran piksel  360 x 480. Ukuran piksel keduanya sama, tetapi ukuran layarnya berbeda, BB Torch lebih besar. Oleh sebab itu jumlah piksel per satuan luas BB Torch akan lebih kecil dibandingkan dengan BB Onyx. Artinya resolusi layar BB Torch lebih rendah dibandingkan BB Onyx.

Kualitas citra dapat juga dinyatakan dalam color depth atau kedalaman warna atau sebenarnya besarnya informasi per pikselnya. Semakin besar resolusi per pikselnya, degradasi warnanya akan semakin halus. Bayangkan kalau setiap piksel hanya punya dua warna saja, dibandingkan dengan 1 piksel bisa menampilkan 8 warna, tentu lebih halus citranya. Bahasa teknisnya: berapa bit yang digunakan untuk merepresentasikan satu piksel. Kalau kedalaman warnanya 8 bit, artinya  1 piksel mampu membuat degradasi warna hingga 2^8 = 256 warna. Kalau 16 bit, artinya degradasi warna per pikselnya adalah 2^16=65536 warna. Semakin tinggi nilai bitnya, maka semakin halus degradasi warnanya. Semakin bagus pula kualitas gambarnya. Warna disini bisa RGB (berwarna) atau grayscale (keabuan). Kalau keabuan, artinya 1 piksel akan dibagi sebanyak representasi bitnya dari hitam ke putih. Contoh untuk gambar 8 bit, 1 pikselnya akan dibagi dalam 256 warna dari hitam ke putih. 0 untuk warna hitam dan 255 untuk warna putih.

Kompresi itu adalah proses memperkecil ukuran file/berkas digital dengan menghilangkan redundansi dan irelevansi. Redundansi adalah sesuatu yang berulang. Kalau kita punya data: 1 1 1 1 1 0 0, akan lebih pendek jika kita tulis 5 1 2 0 (1 nya ada 5, nolnya ada 2). Irelevansi adalah data2 yg tidak relevan. Misalnya MP3, telinga kita hanya bisa mendengarkan suara dengan frekuensi 20 Hz – 20 KHz. Jadi di dalam kompresi MP3, kita buang saja suara dengan frekuensi di bawah 20 Hz dan di atas 20 KHz. Toh frekuensi-frekuensi tersebut tidak akan bisa kita dengarkan. Nah jika berkaitan dengan kompresi citra bahasannya akan lebih luas lagi. Biasanya kinerja kompresi dinyatakan sebagai rasio kompresi dan kualitas hasilrekonstruksinya (kalau kompresinya merugi atau lossy). Rasio kompresi 3:1 misalnya, maksudnya adalah ukuran file setelah dikompresi mengecil menjadi 1/3 dari aslinya. Tentang kompresi akan coba saya bahas secara terpisah lebih mendalam

Iklan

Satu Tanggapan to “Resolusi dan Kompresi Citra Dijital”

  1. Faidhil said

    Pak ya mau bertanya , apakah hubungan rasio kompresi dengan PSNR ?
    dan besar rasio kompresi yang baik berkisar berapa pak?

    Terimah kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: